Minggu, 03 Juni 2012

My Day #2 HIDUP+MAKNA

Tulisannnya dirapel, jangan aneh kalau liat tanggal postingannya sama :D 

Nggak nemu makna? Cari makna!

“Seorang nenek berusia 80 tahun hanya merasakan hidupnya bermakna selama 10 tahun saja.” 

Yang udah 80 tahun aja cuma 10 tahun, lha aku yang baru 20 tahun? 
That’s right : Hidupku nggak bermakna. Ups, belum bermakna. Eh, apa udah ya? 

Aku baru sadar betul hidup itu tiap detiknya harus bermakna ketika umurku 19 tahun. Tidak bisa dibilang terlambat untuk menyadarinya dibanding dengan nenek 80 tahun itu. 

Emang gimana sih hidup yang bermakna?

Sabtu, 02 Juni 2012

My Day #1 Tulis=Rekam

Kangen Nulis. 
Nulis itu apa? Makanan? 
Yah, meski bukan makanan, tapi kalau dikonsumsi kadang ada yang enak, pahit, asam, manis, yang hambar juga ada. 

-- 
Intermezzo : 
“Besok ikut Mamah ke Nikahan, ya” 
Aku dengan mantap menjawab, “Ya.” Plus sedikit tambahan, “Makan gretong..hihi” 
Adikku yang lagi sibuk mainin itu HP touchpad-nya langsung ngomel, “Makanan terus,nih..” 
Aku tidak peduli, yang ada di pikiranku waktu itu cuma semoga nanti bertemu sate :D 
-- 

Some people said, that u can’t just say out your dream, write it!!
Some people said, writing is fun! Yeah, but that just happen to all people who love it. Not me. Not yet.  

Aku pernah suka menulis. Sama sukanya seperti sate atau mie goreng. Pinginnya ketemu tiap hari, tapi kadang-kadang nggak ketemu. 

Kenapa sih harus nulis? 

Ketika orang lain bilang biar cerdas, biar bisa memenej, dan bla..bla.. teori lainnya, aku nggak mau kalah dan terbawa arus teori—yang bukan hukum mutlak—dan ini teoriku tentang kenapa harus menulis : 

SUPAYA BISA DIBACA LAGI. 

That’s simple. 

Tanpa bermaksud tidak mensyukuri otak sebagai ciptaan-Nya. Yang di dalam otak terdapat beratus, bahkan bermilyar Terra Gigabyte sebagai hardisk memori kita, sayangnya, aku pelupa. Oke, kenangan pahit memang bagus dilupakan, tapi kenangan manis? Tentang masa kecil bahkan cinta pertama, suatu ketika saat kau sedih dan membaca ulang akan kenangan-kenangan manismu, perasaan sedih itu berganti menjadi perasaan bahagia seperti masa itu. 
 Entah ini bisa dikategorikan sebagai Fiksi atau non-Fiksi, karena sepanjang pengalamanku, Fiksi itu berarti cerita bohong, non-Fiksi berarti segala hal yang memusingkan seperti penjabaran teori fisika serta teman-temanya. Yang jelas, bagiku menulis adalah merekam.*keukeuh 

Aku ingin menulis lagi. 
Keinginan langka ini terjadi setelah blog walking kesana kemari. Betapa sebuah tulisan bisa menginspirasi, memberikan informasi, dan aku ingin jadi salah satu dari para motivator dan infomator ini. Back to, “The best person is who can be useful person to another” (sok sok nge-english, hehe, pembaca harap sabar, karena di belakang punggungku tergantung besar spanduk ‘SEDANG BELAJAR’ :D) yah, intinya : GUE PINGIN DIMANFAATIN*lhoo 

So, buat kalian yang suka Jepang n pingin nanya suatu hal, baik tentang ke-Jepangan atau yang aneh sekalipun, mangga-apel-jeruk, i.Allah saya coba jawab :3

Rabu, 12 Oktober 2011

Kapiten Pattimura yang Sering Masuk Masjid

Kenyataan menggelitik tentang kondisi sedekah kita

Ketika saya mengikuti seminar dengan Pemateri Ust. Kemas Mahmud di Masjid Al-Furqon UPI dalam Pesantren Mahasiswa di bulan Ramadhan kemarin, beliau menuturkan, bahwa, bersikap hemat bukanlah satu-satunya cara untuk menjadi kaya. Lho? “Hemat mungkin bisa meminimalisir pengeluaran kita, tapi tidak bisa membuat harta kita bertambah,” tutur beliau.
Lalu cara yang bisa menambah rezeki kita? Sedekah.

Islam mengajarkan untuk senantiasa menyisihkan sebagian hartanya (baca:bukan sebagian kecil) untuk diberikan kepada yang lebih membutuhkan atau disalurkan di jalan Allah. Dengan sedekah, kita berusaha membersihkan harta kita, dan dengan begitu insya Allah menjadi berkah.

Kisah nyata yang dialami oleh seseorang yang saya kenal, ketika beliau melihat dompet, uang beliau tinggal 12 ribu lagi, dan entah mungkin karena takdir-Nya, sesaat setelah melihat dompetnya yang tipis itu, di depannya ada seorang pengemis, lalu beliau dengan yakin akan ada penggantinya, serta merta memberikan seluruh uang yang ia miliki. Pasrah, hanya satu kata yang beliau genggam. Tak lama kemudian sebuah sms datang dari saudara beliau yang memberitahukan sudah menransfer uang untuk beliau. Alhamdulillah.

Namun, melihat kondisi umat Muslim terutama di Indonesia saat ini, mungkin karena lupa, memilih bersifat konsumtif, dan lupa menyisihkan sebagian hartanya.

Maka tak heran ketika Ust. Ruhul Amri dalam Mabit BFU UKM BAQI bertanya, “Siapa tokoh Nasional yang sering masuk Masjid?” jawaban BJ.Habibie, Soekarno, dll, langsung beliau salahkan, dan dengan santai beliau menjawab, “Kapiten Pattimura,” sambil mengeluarkan uang seribuan.

Memang seperti itulah kenyataannya, sedekah kita baru sampai di Kapiten Pattimura dan Pangeran Antasari saja. Kapan Sultan Mahmud Badaruddin? Kapan Gusti Ngurah Rai? Kapan Soekarno-Hatta? wAllahu ‘Alam bisshawaab.



Kamis, 06 Oktober 2011

Belajar dari Jepang : Menolak Pujian

Orang Indonesia narsis.

Mungkin itu yang dipikirkan oleh orang-orang Jepang setelah lama bergaul dengan orang-orang Indonesia. Saya simpulkan mereka berfikir seperti itu, ketika pada suatu hari, saat Hatori Sensei, salah satu native speaker di tempat saya berkuliah, serta merta memuji kami di kelas karena memberi saran tentang penempatan infocus yang tepat (cuma gitu doang..haa).

"Atama ga ii ne (pinter ya)," puji beliau.

Lalu salah seorang di antara kami nyeletuk, "Arigatou"
Bagi orang Indonesia mungkin membalas pujian dengan ucapan terima kasih adalah hal yang biasa dan wajar dilakukan. Namun tidak bagi orang Jepang.

"Nihonjin dattara, 'arigato' tte iwanain desu yo (kalau orang Jepang, tidak akan mengucapkan terima kasih, lho),"

Kami langsung tertawa malu, memang di Indonesia ucapan terima kasih adalah hal yang wajar, tapi ternyata bagi orang Jepang, ini sangat aneh.

Lalu apa yang harus kita ucapkan ketika kita dipuji oleh orang Jepang?
"Iie, sore hodo demo (tidak, tidak seperti itu),"

Memang,pribadi orang Jepang cenderung tertutup, dan rendah diri seperti saya (ehm,,)
tapi dalam Islam bukankah umat Muslim diajarkan untuk selalu bertawadhu?
mungkin inilah salah satu cara untuk menunjukkan kerendahan diri kita : menolak pujian sesegera mungkin.
wAllahu 'alam bis shawaab.

Senin, 30 Mei 2011

毒(どく)へびに咬(か)まれたら、何(なに)をすべきか?



1) 
できるだけ早はやいうちに、咬かまれた傷口きずぐちをせっけんと水みずで洗あらう。


2)
救急医療きゅうきゅういりょうセットせっとに吸引用具きゅういんようぐが入はいっている場合ばあいは説明書せつめいしょにそって毒どくを吸すい出だす。ただし、毒どくをだしやすくするためと、傷口きずぐちを切きったりしてはいけない。


3)
傷口周辺きずぐちしゅうへんを固定こていし、心臓しんぞうよりも低ひくい位置いちにもっていく。そうすることで毒どくのまわりが遅おそくなる)


4)
早急さっきゅうに医療機関いりょうきかんに運はこび、処置しょちを受うけさせる。 もし、30分以内ぷんいないに医師いしの治療ちりょうを受うけられない場合ばあい、傷口きずぐちから5~10cmほど上うえをしばる。ただし、静脈じょうみゃくや動脈どうみゃくの血流けつりゅうを妨さまたげるほどきつくはしばらない。必かならず指ゆび1本ほんが入はいるくらいにゆるめにしばること。

Minggu, 01 Mei 2011

Synopshis JMovies : Neko Ramen Taisho (2008)


Film ini adalah adaptasi live-action dari komik empat-panel dan seri anime tentang mantan model model makanan kucing bernama Taisho yang melarikan diri dari ayahnya karena muak menjadi model. 
Setelah berpisah dengan ayahnya, berbagai pekerjaan ia coba, seperti susi chef (akhirnya dipecat karena terus-terusan makan pesanan XD ), sebagai supir taksi (berakhir histeris saat ia kemudian melihat tikus di tengah jalan), dan ketika ia putus asa, ia mencoba menabrakkan diri, namun tidak berhasil (mengingat kucing punya 9 nyawa), lalu saat ia mencoba terjun dari jembatan, seorang pembuat ramen dengan lembut menghentikannya, seterusnya mengajari ia membuat ramen. 

Jumat, 15 April 2011

My Class : A-kaachann~


My class is A class, also called as akaachan. Akaachann?? yeah, it's mean a baby. Though we all almost twenty, but our life as people just begin now. From the look, yea, we are an adult, but from our 'meaningful' life, we just a baby.
There is 32 people in akaachan class. And we also have our home production -- akaachan.entertaiment. From this homeproduction, we success product a movie (thank's for bungaku's task ^^), the cabaret show, and coming soon a nasheed group~!

akaachan.entertainment logo

akaachan.entertainment wallpaper

Sabtu, 09 April 2011

My JION's Camshoot (2nd April)

Bismillah,,

JI*N is JION fest (Japanese-Indonesia Alcuturation Festival). Held by the student of Japanese Education program, Indonesia Education University. It's held once a year. U can imagine it like school festival in most of manga. Food, drink, games, drama perform, band, lampion, this all so awesome!! each class must make a stand, and my class make a drink, food stand. We served es serut (like kakigori, but wasn't >_<), es cingcau, and other menu. Cz i bring handycam that i was borrowed before, the most i do is take a photo!!

 JION's day, nice sky, nice weather (but it was really, really HOT!)

hwoaa...nice stand~(other class stand), felt like in Japan~ :3
the King who was serving kakigori ^^